Reformasi Kamera Masa Depan

Admin February 29th, 2020 0 comments Artikel

Foto dan Ilustrasi oleh Yuly Asih, Satya Anggana


Reformasi Kamera Masa Depan

Dunia fotografi kini tidak hanya diminati oleh Fotografer saja. Berbagai hobi lain seperti mereka yang berkecimpung di dunia makanan dan traveling, menjadikan fotografi sebagai alat untuk mengabadikan keindahan hasil dan moment yang mereka ciptakan. Kamera yang menjadi pilihan pun cukup beragam, tetapi dari berbagai kamera yang ada, kamera DSLR menjadi pilihan para penikmat fotografi dibandingkan dengan kamera SLR karena kecanggihan dan fitur digital yang memanjakan para penggunanya seperti layar preview, pengaturan full auto, menggunakanSD-card tanpa perlu meraba-raba hasil di ruang gelap.

Selain itu, DSLR pun menjadi primadona ketika ditambahkan fitur rekam video. Hal ini membuat kesempurnaan yang sebelumnya belum ada pada kamera analog maupun SLR, kini ada pada  kamera DSLR dan selalu menjadi pilihan utama. Namun, seiring berjalannya waktu semua tidak lagi sama ketika Mirrorles hadir dengan membawa pembaharuan dan pesonanya.

Mirrorless atau yang memiliki nama lain MILC (Mirrorless Interchangeable Lens Camera), CSC (Compact System Camera), MSC (Mirrorless System Camera), DSLM (Digital Single Lens Mirrorless) merupakan kamera digital yang hampir mirip dengan SLR bukan menggunakan cermin optic dan optic viewvinder.

Mirrorless pertama kali di dunia hadir pada tahun 2004 yaitu Epson R-D1 tetapi pada saat itu fitur pada kamera mirrorless belum secanggih DSLR. Semakin berjalannya waktu pada tahun 2008 munculah Panasonic Lumix DMC-G1 yang sudah canggih namun belum sempurna. Awalnya kamera mirrorless diciptakan untuk mengecilkan ukuran kamera dan lensa agar bobotnya lebih ringan dibandingkan DSLR.

Perjalanan mirrorles tidak hanya sampai disitu, ia terus memperbaharui dirinya sehingga membuat dirinya mengibarkan bendera sebagai pilihan para penikmat fotografi.

Semakin berkembangnya fitur yang dimiliki mirrorless membuat mirrorless semakin di nikmati. Menurut riset yang dilakukan oleh Camera and Imaging Product Association (CIPA) mencatat bahwa pada tahun 2015 kamera mirrorless di Asia penggunaan mencapai 40,79%, di Jepang 21,07% sedangkan DSLR di Asia penggunaan sebanyak 38,48% dan di Jepang 10,71%. CIPA sendiri merupakan asosiasi industri internasional yang terlibat dalam perkembangan, produksi atau penjualan terkait kamera digital.

Mirrorless lebih diminati sebagai “Kamera saku”  karna body yang lebih ringan dan praktis dibandingkan DSLR membuat lebih mudah untuk dibawa serta memudahkan para penikmat fotografi melalui LCD untuk membidik kamera tanpa harus melalui jendela bidik (Viewfinder) seperti DSLR.

Walaupun penjualan DSLR terkalahkan oleh Mirrorless, DSLR tetap stabil nilai pasarannya sepanjang tahun. Karena pada hakikatnya pemilihan kamera adalah sesuai kebutuhan para penggunanya.

Kamera DSLR dapat dipilih dengan keunggulan pada optikal viewfinder yang diminati oleh para fotografer professional karena dapat melihat objek maupun subjek dengan situasi sesungguhnya. Body yang berat menjadi lebih kokoh dan seimbang bila dipadukan dengan lensa berukuran besar, serta kapasitas baterai yang lebih lama dibandingkan Mirrorless.

Sedangkan Kamera Mirrorless sendiri dapat dipilih untuk berpergian karena body yang kecil dan mudah dibawa, namun dengan kapasitas baterai yang kecil sehingga cepat habis.

Leave a Reply