Hari Kesehatan Nasional, Generasi Milenial Harus Sadari Masalah Kesehatan

Admin November 12th, 2019 0 comments Artikel
Foto ilustrasi / I-FOTOGRAFI / Ilovia Danti Rahmawati.

Hari Kesehatan Nasional, Generasi Milenial Harus Sadari Masalah Kesehatan

Hari Kesehatan Nasional yang jatuh pada 12 November menjadi ajang untuk mengingatkan masyarakat kembali betapa pentingnya menjaga kesehatan baik fisik maupun psikis.

Generasi Milenial yang lahir antara tahun 1980-an sampai 2000-an cenderung memiliki gangguan kesehatan lebih buruk di usia paruh baya jika dibandingkan dengan orang tua mereka dikarenakan gaya hidup dan kondisi lingukangan yang buruk. Berikut beberapa masalah kesehatan yang rentan menyerang Generasi milenial :

1. Depresi

Depresi menjadi salah satu isu yang banyak disoroti belakangan ini karena angka kasusnya terus meningkat.  Menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) di Indonesia terdapat sekitar 15,6 juta penduduk yang mengalami depresi dan hanya 8 persen yang mencari pengobatan. Russ Federman, Psikolog senior Amerika Serikat menyimpulkan bahwa fenomena ini sebagai refleksi dari tren sosial dan norma yang terus berkembang.

Generasi milenial cenderung memiliki tuntutan yang tinggi terhadap orang lain dan dirinya sendiri, serta menganggap bahwa orang lain memiliki tuntutan yang sama tingginya terhadap mereka. Hal tersebut menimbulkan tingginya tingkat kompetisi dan perfeksionisme yang akan berdampak pada terganggunya keseimbangan mental. Kemajuan teknologi yang salah satunya berupa penggunaan media sosial serta adanya tantangan ekonomi yang perlahan berubah menjadi tekanan menambah daftar kasus keberagaman depresi pada kaum milenial.

2. Obesitas

Obesitas berdampak negatif pada kesehatan tubuh secara menyeluruh, dimana kondisi ini menunjukan penumpukan lemak berlebih dalam tubuh yang menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan. Data Riset Kesehatan Nasional tahun 2016 menyebutkan bahwa 20,7 persen penduduk dewasa Indonesia mengalami kegemukan. Hal tersebut dikarenakan konsumsi junk food, gaya hidup sedentari seperti malas gerak, stres, tidak cukup tidur, dan konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat antidepresan, obat diabetes dan antipsikotik.

3. Penyakit Tidak Menuar (PTM)

Data Kementrian Kesehatan RI (Kemenkes) menyebutkan, tingkat prevalensi atau jumlah kasus PTM melonjak naik lebih dari 34 persen di Indonesia. Sepertiga dana BPJS juga digunakan untuk menanggung penderita PTM yang jumlahnya terus meningkat.

Penyakit tidak menular seperti Diabetes, Hipertensi, Stroke, Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan Kanker yang dinilai paling beresiko di alami oleh generasi milenial. Hal tersebut disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari yang jauh dari gaya hidup sehat, tingginya tingkat stres dan rendahnya aktivitas fisik. Selain itu, kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol juga dapat meningkatkan terjadinya resiko PTM. Kurangnya pengetahuan akan kesehatan dan tidak adanya kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat menjadikan generasi milenial rentan menderita penyakit tidak menular.

4. Penyakit Menular Seksual

Perilaku seks bebas menjadi faktor pemicu utama penyakit menular seksual yang ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit ini menular melalui darah, sperma, cairan vagina, serta melalui pemakain jarum suntik secara berulang dan bergantian. Infeksi disebabkan oleh patogen yang biasanya berupa bakteri, virus, jamur, atau parasit yang bertanggung jawab terhadap beberapa rentetan penyakit menular seksual seperti HIVAIDS, Sifilis, Gonore, dan Chlamydia.

5. Gangguan Pernafasan

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) meningkat sepanjang tahun 2016-2018. Lingkungan dan polusi udara 40 persen sangat mempengaruhi kualitas derajat kesehatan seseorang. Kandungan  bahan beracun pada polutan udara seperti karbon monoksida, partikulat, nitrogen dioksida, dan sulfur dioksida dapat memicu terjadinya beberapa penyakit yang berkaitan dengan sistem pernafasan atau respirasi berupa ISPA, Bronkitis, Asma, Emfisema bahkan Kanker.

Guna menghindari terjadinya masalah kesehatan tersebut dikemudian hari, ada baiknya kita mulai menerapkan gaya hidup sehat serta cerdas dalam menyikapi perubahan zaman yang terus berkembang . Mulailah menerapkan pola hidup yang sehat, rajin beraktivitas fisik, istirahat cukup, kelola stres dan cek kesehatan secara berkala.

Teks Oleh / I-FOTOGRAFI / Rury Rufica. A

Leave a Reply