BELAJAR MENGENALI SEGITIGA PENCAHAYAAN PADA FOTOGRAFI

Admin June 8th, 2020 0 comments Artikel

Banyak orang sering kali menghasilkan gambar yang pencahayaannya terlalu terang atau gelap. Salah satu penyebab terjadinya hal tersebut dapat timbul karena belum menguasai atau kurang tepat dalam mengatur cahaya yang dikenal dengan istilah segitiga exposure atau segitiga pencahayaan pada kamera yang digunakan.

Segitiga exposure adalah komposisi tiga elemen dasar dari pencahayaan dalam bidang fotografi. Segitiga pencahayaan tersebut terdiri dari ISO, Shutter Speed dan Aperture/Diafragma. Masing-masing elemen tersebut saling mempengaruhi satu sama lain terhadap cahaya yang masuk kedalam lensa dan sensor kamera untuk menghasilkan sebuah gambar/foto. Berikut ulasan mengenai ISO, Shutter speed dan aperture.


Gambar: pinterest

ISO adalah tingkat kepekaan sensor kamera terhadap cahaya. ISO biasa diawali dari angka 100 atau bisa dibawahnya, 200, 400, 800 dst.

Semakin rendah angka ISO, akan semakin kecil pula sensor kemera menerima cahaya yang masuk. Sebaliknya, semakin tinggi angka ISO yang dihasilkan, akan semakin besar sensor kamera menerima cahaya yang masuk, yang berarti semakin tinggi iso maka gambar akan semakin terang. Namun hal ini dapat menimbulkan bintik-bintik pada foto yang dihasilkan, jadi perlu diperhatikan lebih teliti dalam membidik dan mengaturnya.


Foto: I-FOTOGRAFI/Kamilah emiliah

Foto: I-FOTOGRAFI/Kamilah emiliah

Shutter Speed adalah unsur yang menentukan kecepatan membuka tutup sensor kamera dan seberapa lama merekam cahaya yang masuk. Ditandai dengan 1/angka dan kecepatannya diukur dalam satuan detik (1/25, 1/50, 1/100 dst).


Foto: I-FOTOGRAFI/Kamilah emiliah

Shutter speed 1/20

Kecepatan Shutter mempengaruhi foto yang dihasilkan. Semakin lambat atau rendah angka Shutter yang diatur foto yang dihasilkan akan semakin terang dan menimbulkan efek blur pada objek foto yang bergerak. Sebaliknya, semakin cepat atau tinggi angka shutternya, foto yang dihasilkan akan semakin gelap. Namun pada objek yang bergerak dalam foto akan menghasilkan efek Freeze atau beku.


Foto: I-FOTOGRAFI/ Fahrullah

Shutter speed 1/800 – 1/1000

Aperture atau diafragma adalah bukaan pada lensa yang mengatur tingkat rendah atau tinggi cahaya yang masuk pada lensa kamera. Ditandai dengan f/angka (f/1.8, f/4.0 dst). Untuk mengatur lebar bukaan diafragma yaitu dengan mengubah nilai f/angka pada LCD kamera.

Semakin rendah f/angka akan memberikan bukaan yang besar artinya hasil foto akan semakin terang dan menghasilkan ruang tajam yang sempit atau menghasilkan efek Blur atau biasa disebut bokeh pada foto. Sebaliknya, Semakin tinggi f/angka akan memberikan bukaan yang kecil artinya hasil foto akan semakin gelap dan menghasilkan ruang tajam yang luas.


Foto: I-FOTOGRAFI/Kamilah Emiliah

Dalam pengenalan segitiga exposure diatas, pada dasarnya ketiga elemen tersebut akan saling berkaitan untuk menghasilkan gambar yang ciamik dan sesuai dengan apa yang pengguna inginkan, maka dari itu kenali secara baik segitiga exposure dalam fotografi dan dilatih terus-menerus agar menghasilkan gambar/foto sesuai yang diinginkan.

Leave a Reply